cerita dewasa

INDO MEMEK SIMPANAN

Kenalin nama aqu David , aku ada sedikit pengalaman cerita sex yang mana terjadi saat aqu masih bekerja di Kantor Akuntan Publik di kota besar, Ketika itu hari ke-12 aqu melakukan audit, karna weekend aqu ikut bersama-sama karyawan yang sedang off untuk sama-sama ke kota B di pulau K. Di dlm perjalanan menuju kota B dengan heli milik perusahaan tersebut, aqu berkenalan dengan seorang Expatriate yang memiliki rumah di kota B.

Singkat cerita ia menawarkan rumahnya yang memiliki paviliun untuk aqu tempati selama aqu berada di kota dan tentu saja aqu sangat setuju. Setibanya kami di rumah, Expatriate itu memperkenalkan istrinya dan kedua anaknya kepada aqudan memberitahukan bahwa aqu akan menempati paviliun depan selama weekend ini.

Mba Lena, begitu aqu memanggilnya dan sebaliknya ia memanggil aqu dengan sebutan Pak karna suaminya yang Expatriate itu mengatakan hubungan pekerjaan aqu dengan perusahaan tempatnya bekerja. Lewat kira-kira sejam aqu berendam, setengah tertidur di kamar mandi ketika samar-samar aqu dengar ketukan di pintu kamar mandi.

Setengah sadar aqu melompat dan langsung membuka pintu kamar mandi. Aqu terkejut bukan kepalang karna tiba-tiba Mba Lena telah ada di depanku. Mba Lena juga tidak kalah kalah terkejutnya, melihat aqu dlm keadaan bugil. Sambil berucap yangtak jelas,

“Ah.. eh..” aqu langsung berbalik ke dlm dan mengambil handuk dan langsung membungkus tubuh terlarang aqu dan kembali keluar menemui Mba Lena. Di luar, Mba Lena juga masih gugup dan kaku berbicara kepada aqu,

“Eh.. anu Pak, e… Mr. Eric sudah kembali lagi ke field, katanya ada kebocoran pipa di pengeboran dan hari senin pagi Bapak akan dijemput oleh orang proyek di sini.” lanjutnya.

“Oh..” jawab aqu pendek.

Lalu aqu berjalan ke depan, untuk memakai baju di dlm kamar, Mba Lena menunjukkan dimana aqu bisa menyusun dan menyimpan pakaian aqu serta menyodorkan kantong,

“Pakaian kotornya taruh di sini, biar nanti dicuci pembantu,” katanya.

Ketika aqu membungkuk untuk membuka tas dan akan menyusunnya ke dlm lemari, tiba- tiba terlepaslah handuk yang membelit di pinggang, aqu terkejut setengah mati, dan wajah aqu merona merah, karna malu. Ternyata Mba Lena, tidakterlihat terkejut, Mba Lena hanya memandang aqu sambil tersenyum nakal, lalu katanya,

“Sudah berapa lama di hutan?” Sambil membetulkan handuk, aqu menjawab sekenanya,

“Sekitar dua minggu.” “Wah, lumayan juga dong.. pasti udah lama tidak diasah, ya Pak?” Aqu hanya meringis, mengiyakan. Melihat Mba Lena tidak terkejut dan malah berkomentar lucu, timbul niat iseng di kepala aqu. Sambil kembali melepaskan handuk di pinggang, aqu balik bertanya,

“Mba Lena juga udah lama dong, nggak dibor?” Sial, ternyata Mba Lena langsung keluar kamar, aqu tidak begitu peduli awalnya, tapi aqu pikir mungkin telah melukai perasaan wanita, buru-buru aqu mengenakan CD dan mencari-cari jeans di dlm tas untuk aqu pakai dan mengejar Mba Lena, untuk minta maaf.

Samar-samar aqu dengar pintu tertutup dan, “Klik…” suara anak kunci diputar, sebentar kemudian Mba Lena sudah ada di belakang aqu sambil berusaha menarik turun jeans yang sedang aqu pakai.

“Nggak usah dipakai lagi deh Pak,” sambil memeluk dari belakang, tangannya meraba dada aqu yang berbulu halus, tentu saja dadanya menempel pada punggung aqu dan terasa hangatnya kedua gunung kembar itu.

“Kalo aqu udah lama nggak dibor, mau nggak Bapak melakukan pengeboran di sumur aqu?” Mba Lena seperti merajuk mengemukakan pertanyaan itu. Aqu langsung berbalik dan memeluk Mba Lena erat-erat.

“Mba Lena, nggak mungkin ada lelaki yang bisa nolak kalo diajak oleh Temba.. lihat meski anak dua, pinggul masih berisi, dada membusung dan kemulusan Temba.. cek..cek.. kyai aja mungkin bakalan luluh, Mba..”

Mendapat angin dari aqu, Mba Lena berusaha membalas pelukan aqu, sambil satu tangannya diturunkan untuk menarik CD aqu ke bawah. Merasakan isyarat tubuh Mba Lena, yang bergetar dan hangat, aqu segera melakukan rabaan, elusan di punggung yang terbungkus T-Shirt, yang dikenakan oleh Mba Lena.

Aqu ciumi telinga dan tengkuk Mba Lena, aqu dapat merasakan Mba Lena menghentakkan kepalanya ke belakang, merasa fly dan kegelian yang amat sangat. Aqu masukkan sebelah tangan aqu untuk melepas pengait bra yang dipakai Mba Lena, dan menariknya lepas dari tempatnya.

Tangan aqu terus bergerilya meraba ke arah ke dua gunung kembar milik Mba Lena, memutar dan menyentuhnya dengan hati-hati, melakukan putaran telunjuk di sekitar bawah puting berganti-gantian, dan aqu rasakan Mba Lena semakin menggelinjang dan serasa tidak kuat menahan berat badannya sendiri.

Sambil membimbing Mba Lena duduk di tempat tidur, aqu terus mencium telinga dan kuduk Mba Lena, aqu tarik T-Shirt yang dipakainya ke atas, tersembullah pemandangan yang indah di depan aqu, dua buah delima yang ranum tergantung indah, tanpa bisa menyembunyikan kekaguman, “Mba… bener-bener sempurna.”

Aqu kembali menciumi telinga dan kuduk kemudian ke dagu, dan aqu lumat bibirnya yang ranum, aqu mainkan lidah aqu di dlm rongga mulut Mba Lena, tangan aqu juga bekerja untuk mengerjai kedua buah gunung kembar milik Mba Lena.

Mba Lena semakin klimaks dan aqu tidak memberi kesempatan lagi, aqu tarik rok ketatnya, aqu tarik turun CD-nya, maka tersembullah pemandangan yang luar biasa, belahan luar yang tertutup bulu lebat, semakin ke tengah dan mendekati sentral semakin menipis seolah-olah seperti diatur oleh salon.

Aqu ciumi gundukan tebal itu, aqu gunakan jari telunjuk dan tengah untuk menguak gundukan tersebut, kemudian menjilatinya dengan perlahan-lahan sambil menyedot dan menggigit kecil. Mba Lena tak tahan mengeluarkan erangan,

“Ah.. ahhh..” sambil menekan kepalaku dari atas.

“Terusin Pak, terusss.. sedoottt..” Aqu naikkan kakinya ke tempat tidur, dan memutar tubuh aqu di atas tubuh Mba Lena dan melakukan oral 69, merem-melek yang aqu rasakan.

“Aahhh.. ashhh..” suara aqu bersaut-sautan dengan desahan Mba Lena. Hampir 20-30 menit kami melakukan oral seks, di kemaluan Mba Lena sudah banjir ludah aqu dan bercampur dengan maninya.

Post Terkait