Cerita Dewasa

Sex High School part 3

Aku sedang bermain di kamar Heechul. Aku, Kyuhyun, Heechul, dan Hangeng di ijinkan tidak mengikuti pelajaran malah diberi libur sehari penuh. Miss Evelyn mungkin sudah gila tapi terserahlah. Apa yang membuatku berada di kamar Heechul? Awalnya aku dan Kyuhyun sedang tidur-tidur tanpa melakukan apa-apa di kamar tapi mendadak Hangeng mengetuk pintu dan masuk. Aku jadi risih karena Hangeng dan Kyuhyun mengobrol sementara aku hanya bisa memperhatikan jadi aku memutuskan untuk pindah ke kamar Heechul.
“Hei, apa alasanmu kepada Miss Evelyn?” tanyaku kepada Heechul. Dia sedikit merona.
“Kau bilang dulu apa alasanmu baru aku beri tahu apa alasanku.” aku dan Heechul sama-sama diam.
“Oke, bersamaan.” aku mengambil inisiatif. Heechul mengangguk tanda setuju. Dengan jari aku membuat tanda 1, 2, 3.
“Bercinta.” ucapku dan Heechul sama-sama merona.
“Sial, tak kusangka aku akan mengatakan ini.” umpatku pelan walau kutahu kalau Heechul pasti mendengarnya.
“Tak kusangka kau akan melakukan ‘itu’.” ucap Heechul. Aku menatapnya kesal
“Cih, setidaknya aku melakukannya dengan pria, dengan lawan jenisku. Aku masih normal. Coba lihat dirimu.” cibirmu. Heechul merona.
“Habisnya dia terlalu mempesona.” Heechul menggigit bibirnya, benar-benar pria yang manis.
“Hei, ngomong-ngomong, apa Hangeng dan Kyuhyun pernah melakukannya dengan kakak kelas yang sebelumnya?” tanyaku sedikit penasaran.
“Tidak!” sebuah suara berat membuat aku dan Heechul memalingkan wajah kearah suara tersebut. Itu adalah Hangeng. “Aku tidak pernah melakukannya dengan siapa pun, Heechul lah yang pertama bagiku.” Heechul merona. Aku ikut terpesona mendengar ucapan manis Hangeng.
“L-lalu bagaimana dengan Kyuhyun?” tanya Heechul mencoba mengalihkan pembicaraan. Kami bertiga serempak menatap kearah Kyuhyun yang berada di belakang Hangeng, Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang mendadak gatal
“Aku sudah melakukannya dengan banyak kakak kelas. Tapi, aku tak pernah melakukannya berkali-kali pada orang yang sama, istilahnya one night stand.” jawab Kyuhyun. Aku berpikir keras, apa aku akan menjadi salah satu jadi pasangan one night standnya. “Tapi kau spesial. Jangan berpikir bahwa kau adalah pasangan one night standku.” aku menahan diri agar tak terpesona oleh ucapan manis Kyuhyun. Wajah Kyuhyun memerah karena malu telah mengatakan hal semanis itu
“Cih, sejak kapan seorang tuan Cho bisa mengucapkan kata-kata semanis itu?” aku sedikit menyindirnya. Dia yang tadinya terlihat malu-malu menatapku kesal.
“Aish, seharusnya kukatakan saja kau itu pasangan one night standku. Percuma memujimu dengan kata-kata manis.” ucap Kyuhyun kesal. Aku menjulurkan lidahku
“Memang kau bisa menahan diri dari pesonaku?” godaku setengah mengejek.
“Cih, jangan sok cantik nona. Kau pikir aku tidak bisa melakukannya?” ucapku Kyuhyun. Aku mencibirnya.
“Terserah kau sajalah.” cibirku. Hangeng dan Heechul menggeleng-geleng.
“Sudah-sudah, keluar kalian berdua. Kami butuh sedikit privasi disini.” Hangeng mendorong-dorong tubuhku dan Kyuhyun keluar dari kamar mereka. Aku memberi jempolku ke Heechul tepat sebelum kami keluar ruangan.
“Baiklah nona, apa yang mau kita lakukan sekarang?” Kyuhyun menatapku.
“Entahlah, lagipula aku kan pasangan one night stand mu saja.” aku berusaha menyindirnya. Kau akan kalah tuan Cho.
“Kau yang meminta nona!” dia menatapku licik. Tanpa aba-aba, mendadak dia sudah menggendongku ala bridal style dan membawaku ke kamar kami.
“Ya! Apa yang sedang kau lakukan!” aku memberontak di gendongannya. Dia membantingku keatas kasur.
“Akan kubuat kau pingsan nona Choi!” aku sedikit ngeri dengan ancamannya.

“Coba saja tuan Cho!” dan kata-kataku ini lah yang memulai kegiatan bercinta yang sangat lama nantinya.

Aku membuka mataku. Dia membuktikan ucapannya, aku pingsan entah di ronde ke berapa. Sialan, aku sangat malu sekarang. Cih, bagaimana aku bisa kalah darinya?
“Wow, kau cukup hebat juga nona Choi. Biasanya wanita lain jika kubilang akan membuatnya pingsan, dia akan pingsan setelah kami bercinta selama setengah jam tapi kau bisa bertahan sampai 3 jam. Sepertinya kau memang sudah cukup berpengalaman sekarang.” Kyuhyun yang tadinya tidur dalam keadaan memelukku tiba-tiba bersuara, aku terlonjak dan langsung terduduk.
“Dan kau tahu nona Choi? Kau hanya pingsan selama 10 menit.” dia menyeringai kearahku.
Pletakkk… jitakkan keras mengenai kepala Kyuhyun. Dia mengelus kepalanya yang memerah berkat jitakanku. Yap, aku bangga kepalanya yang memerah begitu.
“Idiot, say it again and I will kill you!” aku menatapnya tajam. Dengan cepat aku berdiri dan berlari kekamar mandi, dan tentunya aku tak melupakan baju dan handukku lagi.
Aku memegang pipiku yang memerah. Sebenarnya kemarahan dan bentakkanku tadi hanya karena aku malu. Bayangkan dia mengatakan hal seperti itu ditambah lagi aku yang menantangnya tadi. Aku meringis pelan, memalukan.
“Aisshhh… aneh, kenapa milikku gak sakit lagi? Apa benar aku sudah terbiasa dengannya?” aku menggigit bibirku, mengingat kembali bayangan kegiatan erotis yang kami lakukan tadi. Sekali lagi pipiku memerah. “Aisshhhh… babo yeoja! Idiot, you are idiot Choi Eunri!”
“Apapun yang kau lakukan didalam sebaiknya cepat karena sebentar lagi jam makan malam. Aku harus mandi juga. Bercinta itu olahraga juga tahu!” Kyuhyun menggedor pintu kamar mandi.
“Kalau aku tidak mau, huh!” tanyaku sedikit sinis.
“Akan kudobrak pintu ini dan kau tahu selanjutnya apa!” dia mengancamku. Aku segera mandi sebelum dia benar-benar melakukan apa yang dikatakannya dan melanjutkan ronde-ronde selanjutnya.

Aku mendengus menatap makanan di depanku. Hari ini makanannya mengandung terlalu banyak sayur, aku benci sayur. Ayolah aku ini manusia bukan kambing.
“Hei, habiskan makananmu, nanti kau kelaparan.” ucap Heechul sambil mendorong piring makanku mendekat.
“Ani, makanan ini makanan kambing, semuanya berisi sayur hijau yang menjijikan!” keluhku sambil menjulurkan lidahku.
“Ah, kau mirip sekali dengan Kyuhyun. Dia juga benci sayur.” komentar Hangeng yang selalu ada disisi Heechul.
“Huh, benarkah?”
“Ya, kau lihat saja dia hanya mengambil steak.” Hangeng menunjuk kearah Kyuhyun yang tengah duduk bersama teman-temannya yang lain. Aku meliriknya, yap, dia hanya makan daging.
“Memangnya boleh hanya mengambil steak?”
“Kenapa tidak? Minta saja pada Kim Ahjumma. Tapi, yang bisa dapat steak lebih hanya Kyuhyun karena dia pintar menggoda Kim Ahjumma.” Hangeng menatap Kyuhyun tampat sedikit iri.
“Ya, si tukang gombal itu.” aku mendengus. Hangeng dan Heechul mengangguk menyetujui ucapanku.
“Ngomong-ngomong, kudengar kau ikut book lovers club di perpustakaan bukan?” aku mengangguk kearah Heechul. “Kalau begitu sebaiknya kau pergi sekarang. Tadi aku melihat di papan pengunguman setelah makan malam akan ada kegiatan klub.”
“Jinjja? Kalau begitu sebaiknya aku pergi, bye.” aku meninggalkan Heechul dan Hangeng menuju perpustakaan.

“Halo semuanya, perkenakan saya Kim Mirae, wakil ketua klub pecinta buku.” seorang gadis berambut pirang bernama Kim Mirae tersenyum dan menyapa kami dengan ramah. “Hari ini ketua kita, Cho Kyuhyun sedang tidak bisa hadir jadi kegiatan hari ini saya yang pimpin. Baiklah, silahkan berpencar dan cari buku yang anda inginkan, saya akan berikan waktu 1 jam untuk membaca dan setengah jam untuk mencatat serta meringkas ulang buku tersebut setelah itu kita akan membahasnya bersama-sama. Baiklah, silahkan berpencar.”
Aku berjalan menuju rak buku dan mengambil sebuah buku yang pasti sudah tidak asing bagi semua orang, Romeo and Juliet karya William Shakespeare. Aku jarang membaca buku dan buku Romeo and Juliet adalah satu-satunya buku yang sastra yang bisa kumengerti dengan mudah. Sesungguhnya aku tak mau ikut klub ini tapi Kyuhyun memaksaku dan menekanku untuk mengikuti klub ini karena dia tak ingin jauh-jauh dariku. Padahal dia sendiri malah tidak hadir dan Mirae eonni lah yang memimpin klub ini sekarang.
Mari kita bahas tentang Mirae eonni. Mirae eonni adalah gadis favorit satu sekolah. Dia gadis cerdas, lembut, bijaksana, feminim, cantik, ramah, murah senyum, pokoknya ia adalah tipe gadis impian. Semua pria menyukainya dan semua gadis menghormatinya. Dia benar-benar tipe orang yang patut dicemburui. Kudengar dia menyukai salah satu kakak kelas tapi aku tak tahu dan tak mau tahu siapa. Aku bukan tipe wanita tukang gosip.
“Halo, boleh bergabung?” sebuah suara lembut mengintrupsiku. Aku terkejut dan menatap kearah sumber suara tersebut.
“Ah, M-Mirae eonni.” aku terkejut menatapnya.
“Ne, ternyata aku terkenal, hehehe…” dia tertawa malu-malu.
Anda sangat amat terkenal eonni. Sangat amat.‘ batinku sedikit iri.
“Jadi kau membaca buku apa?” tanya sambil melirik kearah bukuku.
“Aku membaca Romeo and Juliet karya William Shakespeare.” jawabku sambil memaksakan tersenyum. Pesonanya membuatku sulit tersenyum.
“Oh, kau tau aku sangat menyukai karya William Shakespeare, selalu mengagumkan.” Mirae eonni terlihat sangat bersemangat. Aku hanya bisa tersenyum ragu-ragu.
“D-dan eonni sendiri membaca apa?” tanyaku sambil melirik 3 buku yang tengah di dalam pelukannya.
“Aku kebingungan sih. Aku tak bisa memutuskan ingin membaca buku Little Princess, Pride and Prejudice atau The Great Gatsby.” dia menatap ketiga buku tersebut dengan ekspresi sedih. “Bagaimana menurutmu?”
“Eh?” aku sedikit terkejut, semua buku itu sangat asing bagiku. “Kurasa The Great Gatsby terdengar bagus.”
“Menurutmu begitu?” aku mengangguk kecil. “Kudengar buku ini begitu menyedihkan tapi memang buku yang bagus. Baiklah, aku akan baca The Great Gatsby saja.”
Keheningan kembali mendera. Dia membaca bukunya sambil tersenyum sementara aku merasa sangat gugup berada didekatnya. Aku mengalihkan pandanganku keanggota lain daripada harus melihat kearah Mirae eonni. Para anggota book lovers club hampir sebagian besarnya terlihat seperti orang yang tidak suka buku. Sebagian sedang bermain, mengobrol, saling lempar kertas dan ada yang hanya melirik kearah temannya atau kearah Mirae eonni secara diam-diam. Yang memperhatikan buku yang ada di depan mereka hanya sekitar 30%, sisanya tidak. Yap, aku termasuk dalam 70% yang tidak memperhatikan buku. Ah, aku jadi lupa tugas awalku.
“Hei, aku dengar kau dekat dengan Hangeng?” tanya Mirae eonni tiba-tiba. Aku mau tak mau kembali menatapnya.
“Tidak terlalu sih, eon.” aku menggaruk kepalaku yang tak gatal.
“Lalu bagaimana dengan Kyuhyun?”
“Oh, kalau Kyuhyun dia itu room mate-ku.”
“Beruntungnyaaa… aku iri sekali. Kyuhyun oppa adalah orang yang baik dan berdedikasi tinggi, juga seksi.”
Kau salah di semua bagian kecuali bagian seksi, kuakui dia seksi.‘ aku sedikit melamun. “Ah, ne.”
“Kau tahu, aku ada sedikit rahasia.” dia menurunkan nada suaranya dan mendekatkan wajahnya ke telingaku. “Aku pernah bercinta dengannya di ruang perpustakaan.”
Deg, entah mengapa seketika jantungku terasa ngilu. Jadi, Mirae eonni adalah salah satu pasangan one night stand Kyuhyun? Ah sial, gadis ini tentu ribuan kali lebih baik dariku. Ini kah sainganku?
“Jinjja? Kalian melakukannya berapa kali?” aku berusaha tersenyum meski akhirnya senyum kecutku lah yang keluar.
“Hmm, hanya sekali sih. Kyuhyun bukanlah tipe orang yang mau melakukan hubungan intim dengan orang yang sama beberapa kali.” ya, aku tau itu nona. Aku jauh lebih tau! “Agak sulit menggodanya, padahal aku masih ingin bercinta dengannya. Saat dirinya ada di dalam tubuhku, aku merasa seperti sedang berada di surga. Kami melakukannya beberapa ronde saat itu tapi setelah itu dia tak mau melakukan denganku lagi.”
“Pasti menyakitkan ya.” komentarku dengan wajah seakan prihatin sementara hatiku sangat geram.
“Ne, aku sedih dia tak mau melakukannya lagi. Padahal aku sudah berusaha menggodanya jika aku dan dia sedang berdua saja di ruang ketua klub tapi dia benar-benar tak tergoyahkan. Huh, aku merasa kesal sekali.”
“Eonni yang sabar ya.”
“Ne, gomawo. Sebaiknya kita segera selesaikan bacaan, sebentar lagi waktu untuk membaca akan habis lho.” Mirae eonni tersenyum manis padaku yang hanya bisa membalas dengan senyum kecut.

“Changiyaa, kenapa kau lama sekali kembalinya? Ayo kita lakukan olahraga bersama.” Kyuhyun menyambut kedatanganku seraya memelukku erat. Entah mengapa aku jadi sensitif sekali, aku melepas paksa pelukannya.
“Aku sedang tak berselera. Aku capek, ingin tidur jadi menyingkirlah.” ucapku dingin.
“Nona Choi, kenapa kau jadi begini? Apa ada yang sa-…”
“KUBILANG MENYINGKIR!!!” jeritku memotong ucapannya. Kyuhyun terdiam lalu matanya berubah jadi sinis.
“Apa maksudmu? Kenapa kau jadi begini, hah? Apa salahku?” nada suara Kyuhyun tetap lembut namun terdengar gusar.
“Kubilang aku lelah! Aku sedang tak ingin!” aku tetap tak mau kalah.
“Mana mungkin kau tiba-tiba jadi begini! Apa yang terjadi di klub pecinta buku? Ada yang membicarakanku huh?”
“Aku minta kau menyingkir tuan Cho! Aku sedang tak ingin berdebat!” aku menggeser tubuhku namun dengan cepat dia menarikku dan menahan bahuku. Aku meberontak. Dia menarik nafas, dia terlihat sedang berusaha menahan diri.
“Kau kena-…”
“MENYINGKIR!!!”
“Eunri, kau ke-…”
“PERGI!!!”
“Jangan potong omo-…”
“LEPASKAN AKU!!!”
“Nona Choi berhenti ber-…”
“LEPAS!!!”
“KAU KENAPA!!! BERHENTI BERLAKU SEENAKNYA!!!” untuk pertama kalinya aku melihat Kyuhyun sebegitu marahnya. Wajahnya memerah dan rahangnya mengeras. Tangannya mencengkram bahuku semakin keras. Air mataku mengalir karena takut dan sakit.
“AKU SUDAH BERUSAHA BERSIKAP LEMBUT TAPI KAU MEMPERLAKUKANKU SEENAKNYA!!! APA MAUMU!?!” Kyuhyun tampak tak peduli dengan air mataku.
“A-aku… a-aku… h-hanya…” aku tak bisa berbicara, air mataku mengalir semakin deras.
“BERHENTI MENANGIS DASAR JALANG!!!” teriakannya membuatku terdiam. Wajah marah Kyuhyun mendadak berubah panik. “Eun, a-aku tidak…”
Plaakkkk… telapak tanganku terasa panas menandakan seberapa kerasnya aku menampar wajah Kyuhyun. Kyuhyun terdiam karena tamparanku.
“Iya, aku seorang WANITA JALANG! Aku WANITA JALANG karena dengan relanya memberikan seluruh tubuhku untukmu! YA, AKU SI JALANG!!!” aku menekankan setiap kali aku mengatakan wanita jalang. Aku berlari keluar kamar dan mengetuk kamar Heechul.
“Ya, seben-… ASTAGA EUNRI! Kenapa wajahmu penuh air mata begitu!” Heechul terlihat sangat terkejut. Aku tak bisa menjawab dan hanya bisa menangis, Heechul kemudian membawaku masuk.
“Eunri, apa terjadi sesuatu antara kau dan Kyuhyun?” aku tetap menangis dan memeluk Heechul erat. Hangeng yang baru keluar dari kamar mandi terlihat sangat terkejut dengan keberadaanku dan semakin terkejut lagi karena melihatku menangis. Heechul memberikan isyarat agar Hangeng tetap diam.
“A-aku… K-Kyuhyun… d-dia…” aku bahkan tak tahu harus berkata apa. Hanya air mataku lah yang terus mengalir tanpa henti.
“Hangeng, sebaiknya kau datangi Kyuhyun, aku tak tahu apa yang terjadi tapi ini tak bagus. Malam ini kau tidur di kamar 18 sementara Eunri tidur disini saja dulu.” Hangeng mengangguk lalu keluar kamar.
“A-aku… d-dia… k-kami…”
“Sssttt… tenangkan dirimu, jika sudah cukup tenang, barulah bercerita.” Heechul dengan cepat memotong omonganku. Aku memeluknya sangat erat dan menangis sejadi-jadinya.

Post Terkait